Rabu, 02 Desember 2009



Air Kiriman Kepung Komplek Panorama  

PURWAKARTA,RAKA - Meski kurang dari dua jam hujan mengguyur, tapi komplek Perum Panorama Purwakarta seperti dikepung banjir. Ketinggian air disudut-sudut komplek bisa mencapai 50 cm.

Seperti diungkapkan warga komplek Panorama di blok S, asep Ahyadi (38) kepada RAKA Rabu (2/12) kemarin dibilangan kantor PWI Purwakarta. Dikatakan dia, hampir setiap hujan turun kontan lingkungan tinggal mereka jadi seperti tempat kantung air.

" Padahal hujan cuma mengguyur selama 2 jam. Tapi, komplek kami langsung seperti tempat kantung air. Semuanya tumpah kesini," katanya.

Menurutnya, air hujan yang mengantung seperti diwilayahnya juga terjadi diblok J dengan rata- rata debit air sama, yakni sekira 50 cm atau se betis orang dewasa. Imbasnya, selain menggangu mobilitas warga genangan air itu pun dinilai merugikan.   

" Tidak jarang aktifitas kami terhambat akibat air yang mengantung ini. Apalagi kalau hujan turun deras dan lama ketinggian air bisa melebihi lutut orang dewasa," ujar Asep.

Andi Darmawan (30), warga lainnya, menuturkan, bersama perwakilan warga ajuan bantuan pada pihak terkait untuk mengatasi keluhan itu sudah dilayangkan. Namun hingga kemarin, pengajuan warga masih belum menuai hasil.

" Terkait hal ini, beberapa ajuan bantuan sudah dilayangkan oleh kami, namun rupanya belum ada hasil," sebutnya.

Sementara, beberapa warga setempat menyebut air hujan yang kerap mengantung tersebut lantaran lokasi komplek persis berada di lahan turunan. Apalagi, aliran air saat hujan bisa datang dari semua titik seperti daerah Kebon Kolot, RSUD, Gg beringin, Gg Mawar, dan sebagian daerah Munjul.

" Sedangkan saluran air yang ada di komplek kami hanya memiliki kapasitas sekira untuk satu meter saja, tentunya untuk menampung air yang masuk dari berbagai arah itu saluran tidak bisa mencukupi," ujarnya.

Warga blok A4 komplek Panorama, Fenti (32), mengatakan, untuk mengatasi hal tersebut pihak terkait diharap dapat mendesak pihak pengembang segera menyelesaikan hal ini.

" Warga komplek dan sekitarnya harus rela menerima kebanjiran dikarenakan selama ini saluran air yang ada di tengah komplek tidak bisa menampung datangnya air dari berbagai arah," kucapnya. (rif)



Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini!


0 komentar:

pengunjung