Rabu, 02 Desember 2009



Sate Plered Purwakarta Rasanya Beda Dan Menggoda Selera

Makanan Khas Purwakarta 'sate maranggi Plered' selain lezat karena dagingnya tebal dan empuk, juga dikenal dengan bumbunya yang beraroma menggoda.

 
RIVA ARIFIN

SATE maranggi Plered dibuat dengan menggunakan bahan daging sapi atau kambing. Tidak beda dengan sate lainnya, olahan masakan sate Plered juga masih menggunakan tusuk kayu dan arang sebagai pembakar.
 
Namun, yang membuatnya berbeda dengan sate lain adalah bumbunya. Yakni berupa campuran garam dan gula merah. Setelah dicampur bumbu, sate baru dibakar. Biasanya, sate disantap dengan kacang atau kecap yang dicampur irisan bawang dan cabe. Meski kesannya sederhana, rasanya dijamin tidak terlupakan.

Seporsi sate maranggi yang terdiri dari 10 tusuk dijual seharga Rp 8.000, sedangkan teman makan sate seperti sebungkus nasi timbel dijual seharga Rp.2000, lalu ketan bakar seharga Rp.1500 kemudian semangkuk sayur sop kambing yang ditawarkan seharga Rp.6000.
 
"Rasanya beda dengan sate lain, sate ini lebih gurih dan empuk,"ujar Gita Rahmanda (21) ketika menikmati Sate Plered dikedai sate Mang Ujang disekitar lingkungan Stasiun Plered.
 
Saat ini, makanan Sate Plered banyak bisa didapat disekitar jalur Purwakarta-Bandung. Di jalur itu kedai para penjual sate tampak berdiri berjejer menawarkan dagangannya. Biasanya, kedai pedagang akan buka sekitar pagi hari dan tutup menjelang tengah malam. Dan saat akhir pekan kedai sate akan banyak disambangi pencinta sate.

"Pembeli biasanya akan ramai pada akhir pekan atau hari libur, bila sedang ramai kita bisa tutup lebih awal,"kata Ujang.
 
Jadi, bagi anda yang ingin merasakan tantangan baru soal makanan, menu khas sate maranggi plered bisa jadi pilihan. Selain harganya terjangkau makanan ini pun tak sulit didapat. Selamat mencoba! (*)


Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)


0 komentar:

pengunjung