Jumat, 19 Maret 2010

Trs: berita PWk-not



Mogok Angkot
"Jalur Transportasi Purwakarta Lumpuh 

PURWAKARTA, RAKA - Jaringan transportasi umum di Kab Purwakarta Jumat (19/3) nyaris lumpuh. Pemicunya, seluruh angkutan kota mogok beroperasi. Kondisi tersebut membuat ribuan calon penumpang terlantar.

Aksi ini juga merupakan aksi lanjutan Kamis (18/3) kemarin karena tuntutan sopir tidak direspon wakil rakyat saat mendatangi Gedung DPRD Purwakarta. Mereka juga menuntut beberapa poin tuntutan salah satunya dibangunkannya kembali Terminal Sadang.

Pantauan Radar Purwakarta di lapangan, berbeda dengan aksi kemarin yang dilakukan secara damai, aksi kali kedua dibarengi dengan melakukan mogok jalan. Para supir pun kemudian menyerbu Kantor Bupati Purwakarta. Bahkan dari ratusan kendaraan angkot  ada yang dimasukan ke Kompleks Kantor Bupati  di Jl Gandanegara.

Tak hanya itu, awak angkot juga melakukan aksi sweeping kepada kendaraan angkot lainnya yang mengangkut penumpang. Seperti yang terjadi di Pasar Rebo, Pasar Jumat dan Jl Tengah, tepat depan pintu masuk Kantor Bupati. Akibatnya moda transportasi umum pada hari kemarin nyaris lumpuh dan menelantarkan ratusan anak sekolah sekaligus warga Purwakarta. "Habis nggak ada angkotnya. Makanya kita jalan,"kata Elen murid SMPN di Purwakarta.

Untuk mengatasinya, Polres Purwakarta kemudian mengerahkan sejumlah truk polisi untuk mengangkut warga sekaligus anak sekolah yang terlantar.

Asep Bentar, Wakil Ketua Organda Kab Purwakarta yang dikonfirmasi mengatakan aksi mogok masal ini merupakan kelanjutan aksi ke Gedung DPRD Purwakarta kemarin.
Mereka menyatakan tiga poin tuntutan salah satunya meminta segera dibangunkannya kembali Terminal Sadang. Menurutnya, ancaman tidak akan membayar retribusi oleh para supir juga tetap akan dilakukan sampai tuntutan itu dikabulkan.

Sementara aksi serbu kantor bupati akhirnya sempat mencair. Beberapa perwakilan sopir dari berbagai trayek diantaranya trayek 01, 03, 05 dan 02 akhirnya diterima pihak Pemkab Purwakarta berberdialog di Aula Wikara.

Hadir pada pertemuan itu, Asda I Pemkab Purwakarta, Mulyana E Gunawan, Kepala Dinas Perhubungan, Iyus Permana, Kasatlantas Polres Purwakarta, AKP, Edy Kusmawan, dan Organda serta perwakilan sopir angkot. 

Kendati demikian, pertemuan yang digelar itu gagal dilaksanakan sebab para pengemudi bersikukuh ingin langsung beraudiensi dengan Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi. Setelah berkomunikasi dengan pimpinannya, ketiga pejabat akhirnya menyepakati pertemuan lanjutan yang rencananya digelar pada Selasa (23/9) dengan langsung bertemu Bupati Purwakarta.

Sayangnya, kekecewaan para supir ini tetap berlanjut. Mereka kembali melampiaskannya dengan melakukan mogok masal serta menaikkan dan menurunkan penumpang hingga menjelang waktu Shalat Jumat.

Dibagian terpisah, Dewan Penasehat LSM Amarta Purwakarta, Tarman Sonjaya mempertanyakan keberadaan pengganti terminal Sadang Purwakarta. Pasalnya, Pemkab Purwakarta telah membeli sebidang tanah warga tidak jauh dari lokasi terminal sebagai pengganti terminal Sadang.

Sayangnya, jual beli yang dilakukan pada pemerintahan mantan Bupati Purwakarta Lily Hambali hingga kini belum ada kelanjutannya. "Hal itu dilakukan pada tahun 2003 lalu. Jual beli tanah sebagian sudah dilakukan. Dan memang ada beberapa warga yang saat itu tidak setuju karena alasan harga. Dan seharusnya, sekarang kelanjutan ini yang perlu dipertimbangkan,"ucapnya. (ton)




Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!


0 komentar:

pengunjung